Van Gaal Belum Puas dengan Performa Schweinsteiger

Van Gaal Belum Puas dengan Performa Schweinsteiger

Manchester – Louis van Gaal punya harapan besar terhadap Bastian Schweinsteiger di Manchester United. Sejauh ini, performa gelandang asal Jerman itu belum cukup memuaskannya.

Schweinsteiger didatangkan MU pada musim panas kemarin dengan nilai sekitar 9 juta euro. Sejak saat itu, dia langsung jadi pemain andalan di lini tengah ‘Setan Merah’

Sejauh ini pemain 31 tahun itu sudah tampil di 21 pertandingan berbagai ajang, dengan delapan kali bermain penuh. Dari jumlah penampilannya itu, Schweinsteiger mencetak satu gol dan satu assist.

Van Gaal pribadi merasa kontribusi anak asuhnya itu masih kurang oke. Whoscored mencatat sejauh ini di Premier League, eks Bayern Munich itu mencatatkan rata-rata 59,7 umpan dengan tingkat akurasi 85,6%. Dari jumlah itu, Schweinsteiger cuma membukukan rata-rata umpan kunci 0,4 per laga.

Dalam aspek membantu serangan, Schweinsteiger punya catatan rata-rata cuma melepaskan 0,6 tembakan per partai. Di lain sisi, dia tercatat kehilangan bola 1,5 kali per laganya.

Soal permainan Schweinsteiger, eks gelandang MU Paul Scholes pernah melontarkan kritik. Scholes menyebut suksesornya di lini tengah itu kurang berani mengirim umpan ke depan dan lebih kerap mengoper ke belakang.

“Alasan kenapa kami membeli Schweinsteiger adalah karena dia merupakan pemain yang bisa memimpin dan memandu sebuah tim. Tidak cuma karena kemampuan sepakbolanya, kami mendatangkan dia,” kata Van Gaal kepada M.E.N.

“Sampai sekarang kita belum melihat penampilan yang terbaik dari Schweinsteiger, pemain yang saya lihat di Bayern Munich. Saya yakin di setiap pertandingan yang kami telah mainkan, dia bisa tampil lebih baik,” tambahnya.

Meski mengkritik performa Schweinsteiger, Van Gaal enggan mengungkapkan secara terbuka aspek mana yang perlu diperbaiki. Dia tak mau isu ini bergulir makin besar di media.

“Saya rasa saya harus mendiskusikan itu dengan Bastian Schweinsteiger dan bukan dengan Anda. Kalau tidak, kita punya sebuah artikel taktik soal Bastian kemudian ada reaksi dari para legenda tim terhadap artikel itu. Jadi saya tidak merasa itu bijak. Tapi saya tahu dia bisa lebih baik lagi,” tandasnya.