Utak-atik Formasi MU dengan Donny van de Beek

Utak-atik Formasi MU dengan Donny van de Beek

Taruhan Bola Online, Agen Bola, Bandar Bola, Judi Bola – Dengan Donny van de Beek, formasi Manchester United akan seperti apa? Menilik kemampuannya, paling tidak ada tiga kemungkinan perannya di dalam formasi Setan Merah.

Van de Beek pada dasarnya adalah seorang pemain tengah, sebagaimana peran yang ia lakoni di Ajax. Naluri ofensifnya bikin pemain 23 tahun ini mencatatkan 10 gol dari 37 laga di 2019/2020.

Sebuah cuplikan video di Twitter tahun lalu pernah memperlihatkan pergerakan apik tanpa bola dari Van de Beek. Ia lihai membaca pergerakan pemain lawan dan piawai menyelinap masuk ke ruang kosong.

Baca Juga : Madrid Juara Liga Spanyol, Lagi-lagi Makan ‘Korban’ di Barcelona

Lantas, apa itu berarti ia akan dimainkan sebagai pemain nomor 10 di MU dalam varian skema 4-2-3-1 yang digemari Ole Gunnar Solskjaer? Bukannya sudah ada Bruno Fernandes? Eits, jangan buru-buru mengambil kesimpulan.

Frank de Boer, eks-Ajax, pernah menyebut posisi terbaik Van de Beek adalah ketika memainkan peranan pemain nomor enam. Alias sebagai gelandang sentral.

Seorang gelandang tengah tentu saja memiliki porsi tanggung jawab defensif lebih banyak ketimbang seorang gelandang serang. Dalam hal ini, Donny van de Beek pun terlihat menonjol.

Dalam catatan Sky Sports, di Eredivisie musim lalu Donny van de Beek mampu mencatatkan rata-rata 2,2 tekel per 90 menit. Itu tak beda jauh dari gelandang bertahan Manchester United saat ini, Nemanja Matic, yang punya 2,6 tekel per 90 menit di Premier League musim lalu.

Dengan postur 1,84 m/74 kg, Van de Beek memang tidak tampak sekokoh Nemanja Matic (1,94 m/83 kg). Tapi si pemain asal Belanda tetap dikenal sebagai pekerja keras dan cerdas dalam penempatan posisi dengan atau tanpa bola.

Jika dimainkan di sektor tengah, kemampuannya dalam mengoper bola niscaya juga membantu Man United dalam membangun serangan alias build-up play. Bukan rahasia kalau Setan Merah belakangan ini acapkali dituding amat jago saat melakukan serangan balik, tapi justru payah dalam menjaga ritme guna menekan lawan saat harus membangun serangan dari lini tengah.

Menilik atribut Donny van de Beek, di atas kertas Solskjaer akan memiliki fleksibilitas dalam meracik formasi the Red Devils musim depan. Ia bisa saja mempertahankan formasi 4-2-3-1 dengan menempatkan Donny van de Beek di samping Paul Pogba.

Pada situasi tertentu, naluri ofensif Donny van de Beek bahkan bisa pula dimanfaatkan di sektor kanan depan untuk menggantikan Mason Greenwood dalam formasi serupa. Sedangkan di samping Pogba ada Nemanja Matic, yang menjanjikan sektor pertahanan lebih solid.

Modifikasi sistem permainan pun bisa saja dilakukan Ole Gunnar Solskjaer. Misalnya, Van de Beek, Matic, dan Pogba bersiaga di tengah, dengan Bruno Fernandes menjadi ‘penyambung’ ke lini depan yang ditempati Marcus Rashford dan Anthony Martial. Semacam varian 4-4-2 berlian yang secara dinamis bisa bertransformasi jadi 4-3-3, atau malah 4-1-3-2 — mengingat Pogba dan Van de Beek sama-sama memiliki naluri ofensif, dan tugas bertahan bisa mereka ‘tinggal’ karena sudah ada Matic.

Menurut detikers, formasi Manchester United mana yang lebih cocok bersama Donny van de Beek? Atau malah ada ide lain? Utak-atik formasi ini tentu saja masih dapat bertransformasi lagi jika kemudian ada pemain baru lain yang berhasil digaet Setan Merah.