Tiga Alasan Maurizio Sarri Akan Sukses di Chelsea

Tiga Alasan Maurizio Sarri Akan Sukses di Chelsea

tiga-alasan-maurizio-sarri-akan-sukses-di-chelsea-cnl

Taruhan Bola Online,Agen Bola,Bandar Bola,Judi Bola – Chelsea telah mengakhiri bulan spekulasi dengan menunjuk mantan pelatih Napoli Maurizio Sarri sebagai pelatih baru untuk mengarungi kompetisi 2018/2019. Dia diberika kontrak selama tiga tahun dan itu artinya Sarria akan berada di Chelsea hingga 2021.

Baca Juga :Direktur Juventus: Gol Salto Ronaldo Munculkan Ide Gila untuk Merekrutnya

Sarrri, pelatih asal Italia yang menggantikan rekan senegaranya Antonio Conte. Mantan pelatih Timnas Italia itu telah meninggalkan Stamford Bridge pada Jumat (13/8/2018) setelah sebulan sebelumnya penuh dengan ketidakpastian terhadap masa depannya di Chelsea.

Conte sendiri masih memiliki satu tahun kontrak di Chelsea. Namun pemilik klub, Roman Abramovich memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dan memberikan biaya kompensasi kepada Conte.

Di musim perdananya pada 2016/2017, Conte berhasil mengantarkan Chelsea juara Liga Primer Inggris. Namun di musim 2017/2018, The Blues melorot ke peringkat kelima klasemen dan tak akan tampil di Liga Champions pada musim 2018/2019. Hal ini yang menyebakan bahwa taipan asal Rusia itu kecewa dengan sang pelatih.

Berbicara kepada situs resmi klub barunya, Sarri mengatakan: “Saya sangat senang bisa datang ke Chelsea dan Liga Inggris. Ini adalah periode baru yang menarik dalam karier saya.

“Saya menantikan untuk mulai bekerja dan bertemu para pemain pada hari Senin menjelang perjalanan ke Australia, di mana saya akan bisa mengenal skuad dan memulai aksi pertandingan kami.

“Saya berharap kami bisa menyediakan beberapa sepak bola yang menghibur bagi para penggemar kami dan bahwa kami akan berkompetisi untuk meraih piala di akhir musim, yang pantas didapatkan klub ini.”

Tapi, adanya rumor dan spekulasi mengenai hengkannya para pemain bintang disnyalir bisa menghambat kinerja Sarri di Chelsea. Eden Hazrad, Willian dan Thibaut Courtois disebut akan meningglkan Chelsea pada bursa tranfser Juli 2018.

Kendati demikian, para penggemar Chelsea sepatutnya tak perlu khawatir dengan hal tersebut. Sarri memiliki ide-ide cemerlang dan skema permainan yang ciamik. Dia tidak memerlukan pemain bintang untuk menggapai kesuksesan bersamaa klub.

Para penggemar Chelsea harus tahu tiga hal mengapa Sarri akan berjaya di Chelsea meski tanpa atapun dengan para pemain bintang.

Catatan Kepelatihan
Maurizio Sarri memang belum berhasil menggapai kesuksesan di luar Italia. Tapi dia telah berkembang melalui liga sepak bola kecil untuk mencapai puncak sepak bola Italia. Terobosan besar Sarri datang pada 2012 ketika dia menjadi melatih klub Serie B, Empoli.

Sarri mampu mengantarkan Empoli promosi ke Serie A di musim keduanya di klub tersebut. Tentu saja Empoli tanpa pemain bintang di kala itu namun gaya bermain menyerang yang mengalir bebas menjadi faktor kesuksesan Sarri

Pada musim 2014/15 berikutnya, Sarri lebih lanjut mengangkat profilnya dengan menjaga Empoli di divisi teratas Italia tersebut. Dia melakukan itu dengan skuat yang apa adanya. Tak ada pemain beken dan Empoli bertahan di Serie A.

Gaya sepak bola menyerang yang diterapkan membuat klub besar meliriknya. Sarri percaya bahwa jika menerapkan gaya permainan menyerang dan hasilnya bagus, maka klub besar akan datang mendekati. Dan hal itu menjadi kenyataan ketika Napoli memutuskan untuk menunjuk Sarri sebagai pelatih baru 2015 menggantikan Rafael Benitez.

Sarri terbukti sukses di Napoli. Memang dia belum pernah mengalahkan Juvetus dalam perburuan juara Seri A. Tetapi selama masa jabatan Sarri, dia menjadikan Napoli sebagai penantang terdekat untuk ‘Si Nyonya Tua’ di depan duo Milan, AS Roma dan Lazio. Sarri mampu mendapatkan yang terbaik dari pemain kunci Koulibaly, Jorginho, Hamsik, Insigne dan Mertens, menciptakan sisi yang bermain dengan kecepatan dan tanpa rasa takut.

Kritik terhadap Sarri dari para penggemar Chelsea mungkin adalah bahwa dia tidak pernah memenangkan gelar di sebuah klub. Namun dengan skuat dan dana untuk investasi, Sarri dapat membangun tim yang sama sepeti Conte ciptakan di musim perdana untuk membawa The Blues kembali ke empat besar dan dalam perburuan piala besar.

Skema Permainan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Sarri suka timnya bermain menyerang, sepak bola yang mengalir bebas, dengan penekanan pada kecepatan dalam serangan, dan inti yang kuat di lini tengah. Bek sayap diberikan kebebasan untuk menyerang ke depan, dengan sayap memotong di dalam untuk menawarkan ruang dan untuk mendukung striker. Lini tengah energik dan dijalankan dari lini per lini untuk mendukung tim.

Gaya ini tampaknya sesuai dengan amunisi Chelsea yang dimiliki saat ini. Di bawah kepaltihan Conte, pemain bintang Eden Hazard bermain di belakang striker tetapi jika Sarri membawa sistemnya ke Chelsea, dia akan kembali di sisi kiri memotong, sehingga banyak pemain lawan berpikir dia berada di posisi paling berbahaya sehingga menyebabkan ruang besar di pertahanan lawan karena asyik menjaga pergerakan Hazard.

Bek sayap Marcus Alonso dan Victor Moses akan menikmati kebebasan untuk maju menyerang ke depan, sementara N’Golo Kante akan menjadi pemain kunci yang memimpin pusat lini tengah.

Sarri juga akan memiliki tugas membantu pemain depan, Alvaro Morata kembali dalam bentuk permainan terbaiknya. Dia masih berjuang dan baru-baru ini telah kehilangan tempatnya setelah kedatangan Olivier Giroud pada Januari 2018. Tetapi di bawah manajemen baru, Morata diyakini akan kembali menemukan performa gemilangnya.

Karakter
Ketika Chelsea mengumumkan pengangkatan Sarri, tim itu kembali dilatih seorang berkebangsaan Italia. Tapi ada perbedaan antara Conte dan Sarri. Jika Conte cenderung ekspresif dengan berteriak dari pinggir lapangan, berbeda dengan Sarri. Pria berkacamata ini terlihat lebih diam. Namun satu keburukannya, merokok saat menyaksikan anak asuhnya bertarung.

Menonton Conte dipinggir lapangan akan menghibur karena kejenakaan yang meledak ledak memebri instruksi kepada pemain. Tetapi Sarri mungkin sama-sama menghibur tapi hanya dalam wawancara dan konferensi pers. Dia mungkin lebih baik disamakan dengan Neil Warnock (pelatih Cardiff City yang nyaris betipikal sama dengannya) dari pada Conte.

Karakter Sarri ini disinyalir bisa meredam rasa ego para pemain Chelsea di atas lapangand an lebih mengutamakan kepentingan klub dan menjadi lebih kompak sebagai satu tim yang solid.
(bbk)