Ranieri dan ‘Panggilan Sayang’ kepada Para Pemainnya

Ranieri dan 'Panggilan Sayang' kepada Para Pemainnya

Leicester – Claudio Ranieri mempunyai seribu cara untuk membuat nyaman ruang ganti Leicester City. Mulai dari membakar semangat dengan grup band Kasabian sampai mempunyai panggilan kesayangan terhadap anak-anak asuhnya.

Claudio Ranieri didapuk menggantikan Nigel Pearson menangani Leicester. Kabar itu bukan kabar bombastis. Juga bukan berita yang menjadi headline media Inggris apalagi di Indonesia.

Berita itu dianggap biasa-biasa saja. Malah, banyak pihak yang menanyakan apakah Leicester tak salah pilih? Apakah The Foxs siap kembali turun kasta?

Mari mengingat pertama kali Gokhan Inler dikenalkan Leicester kepada media di King Power Stadium sebelum kompetisi musim ini bergulir. Pemain yang di musim sebelumnya memperkuat Napoli itu menemui pewarta bersama orang yang membawanya, Ranieri.

Inler terlihat kikuk, merasa asing, dan tampak bingung. Perilaku yang amat berbeda dipertontonkan Ranieri. Pria berjuluk ‘The Tinkerman’ itu santai saja. Dia menjabat tangan para jurnalis dan fotografer yang hadir di sana.

Orang Italia 64 tahun itu bakal melatih tim ke-16 dalam 29 tahun kariernya sebagai manajer sepakbola. “Saya gembira. Saya mempunyai passion yang begitu besar terhadap pekerjaan ini. Saya mencintainya,” kata Ranieri kala itu.

Ranieri juga tak menjanjikan banyak hal terhadap media dan Leicester. Dia hanya ingin–menurut istilahnya–membantu pemain.

“Ini impian saya. Membuat keputusan yang tepat, membuat latihan yang tepat untuk mendongkrak tim. Ya, begitulah mimpi saya, membuat pemain saya lebih baik,” ujar dia.

Secara matematika Ranieri mematok Leicester untuk mengoleksi minimal 40 poin. Dari perhitungan dia, dengan lumbung terisi nilai itu maka tim-tim Premier League tak akan terdegradasi.

Lagipula siapa yang mempunyai ekspektasi besar terhadap Leicester dan Ranieri? Musim lalu Leicester berakhir di urutan ke-14. Ranieri direkrut ke Leicester setelah menganggur beberapa bulan usai membukukan hasil yang cukup memalukan bersama tim nasional Yunani. Dia dipecat sehari setelah Yunani dikalahkan Kepulauan Faru–tim yang jadi bulan-bulanan timnas lain di Eropa.

Tapi Ranieri sudah melampaui mimpi awalnya itu. Dia membuat Jamie Vardy menjadi topskorer Liga Primer dan sekaligus mencatatkan diri sebagai pemain yang mencetak gol dalam 11 laga beruntun. Dia juga berhasil memoles Riyad Mahrez hingga dianggap sebagai pemain terbaik di Premier League saat ini.

Secara tim, Leicester juga melambung tinggi. Dari tim yang menutup musim lalu di urutan 14, Leicester konsisten di papan atas. Di pekan ke-16 ini, mereka mendiami puncak dengan nilai 35, mengangkangi tim-tim besar seperti Arsenal, Manchester City, dan Manchester United. Baru saja mereka mengalahkan Chelsea di King Power Stadium dan membuat The Blues makin dekat ke zona degradasi.

Bukan hanya keramahan dan sikapnya yang tak kikuk serta mempunyai rambut putih, Ranieri juga mempunyai banyak cara membuat ruang ganti menjadi hangat. Dia memanfaatkan grup band lokal Kasabian untuk mendongkrak semangat tim ketika menghadapi Sunderland.

“Saya bilang kepada para pemain, ‘saat kalian memasuki lapangan dan mendengar lagu Fire milik Kasabian, itu artinya fans menginginkan kalian tampil sebagai serdadu. Saya ingin menyaksikan para pemain bertarung seperti serdadu,” kata Ranieri.

Selain itu, Ranieri mempunyai panggilan khusus kepada para pemainnya, seperti panggilan sayang kepada pacarnya. Misalnya, dia menyebut Drinky kepada Danny Drinkwater, Jimmy kepada Jamie Vardy, meskipun Vardy sudah punya nama panggilan khusus, ‘Vards’.

Dia juga kerap bersenda gurau dengan para pemainnya. Dia memanggil Riyad Mahrez sebagai roadrunner karena kecepatannya. Ranieri menjuluki Drinkwater sebagai pilot.

Tak hanya itu, dia selalu mengucapkan terima kasih kepada pemain atas kehadiran mereka dalam setiap pertemuan dengan para pemain.

Ada lagi, Ranieri tak segan mentraktir anak asuhnya. Pizza jadi bayaran jika Leicester berhasil membuat clean sheet. Kalau terus bisa berada di papan atas, Ranieri menjanjikan pesta bir untuk para pemain.

Setelah ini akan ada pesta apalagi untuk menyenangkan para pemain, ‘Si Tukang Patri’?