Puja-Puji Lahm untuk Oezil

Puja-Puji Lahm untuk Oezil

Munich -Jelang duel antara Bayern Munich dan Arsenal, Philipp Lahm melontarkan pujiannya untuk Mesut Oezil. Sedang melontarkan psy-war kah, Lahm?

Bayern dan Arsenal akan saling beradu pada Matchday IV Grup F Liga Champions, Kamis (5/11/2015) dinihari WIB. Pertemuan pertama di Emirates Stadium dua pekan lalu berujung kemenangan 2-0 untuk The Gunners.

Di pertemuan kedua kali ini, beban ada di pundak para pemain Arsenal mengingat mereka wajib menang untuk memelihara peluang lolos ke babak 16 besar, karena mereka saat ini masih tertahan di posisi terbawah dengan tiga poin.

Sementara, Bayern ada di puncak klasemen dengan enam poin dan bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan mengingat rekor oke mereka di kandang musim ini.

Mesut Oezil, sebagai salah satu pemain Arsenal yang tengah bersinar, jadi harapan klubnya untuk bisa meraup kemenangan. Belakangan Oezil memang tengah rajin menyumbang assist dengan total mencapai sembilan buah musim ini.

Hal inilah yang lantas membuat Lahm kemudian waspada seraya memberi pujian kepada Oezil, yang mulai menjawab keraguan publik terkait start buruknya di awal musim. Sebagai mantan rekan di timnas Jerman, Lahm tentu tahu seberapa bagusnya Oezil.

“Mesut mungkin adalah salah satu pemain paling cerdas yang pernah bermain bareang saya, dia mungkin yang paling cerdas di Eropa saat ini,” ujar Lahm seperti dikutip Soccerway.

“Mesut sangat tajam. Saya tidak pernah melihat pemain yang punya visi sepertinya,” sambungnya.

“Sungguh konyol ketika dia banyak yang meragukan dirinya usai kepindahannya ke Arsenal.”

“Tak peduli seberapa bagus Anda, tapi setiap pemain butuh waktu untuk beradaptsi dengan kompetisi baru. Khususnya di liga seperti di Inggris, di mana Anda tidak bisa berlama-lama memegang bola, dan tentu saja permainnya lebih menuntut soal fisik.”

“Orang-orang tidak perlu lagi mempertanyakan soal permainannya, dia tidak perlu untuk beradu dengan pemain atau bahkan menaklukkan mereka, dia lebih cerdas daripada itu.”

“Dia pandai mencari ruang dan membuat peluang untuk rekan-rekannya, dan Anda hanya perlu melihat daftar pencetak assist untuk memahami bahwa tidak ada pemain yang lebih baik darinya.”