Persib Bermain Hati-hati, Supardi: Belajar dari Pengalaman

Persib Bermain Hati-hati, Supardi: Belajar dari Pengalaman

persib-bermain-hati-hati-supardi-belajar-dari-pengalaman-3kK

Taruhan Bola Online,Agen Bola,Bandar Bola,Judi Bola – Fans fanatik Persib Bandung merasa belum puas kendati tim kebanggaannya ada di urutan dua klasemen sementara Liga 1 2017. Muncul anggapan angka yang diraih tidak sebanding dengan performa di lapangan. ‎

Baca Juga : Cedera Hamstring, Diego Michiels Harus Menepi Tiga Pekan

Persib sampai saat ini belum terkalahkan dengan 12 angka hasil tiga menang dan tiga imbang. Tapi, Bobotoh menilai semua itu belum sesuai dengan kinerja pemain. Soalnya, Maung Bandung hanya fokus meraih angka penuh ketimbang tampil bagus.

Itu terlihat jelas di tiga laga terbaru Persib, yakni melawan Persegres Gresik United (tandang), Persipura Jayapura (kandang) dan Semen Padang (tandang).

Di tiga partai itu, Persib terlihat bermain lebih hati-hati dengan menerapkan skema bertahan. Terbukti, skor yang dihasilkan sangat tipis lantaran daya serang yang tersaji tidak sehebat biasanya.

Padahal Bobotoh mengklaim ciri khas Persib adalah bermain terbuka dan menyerang. Jarang sekali bertahan seperti ketika mengikuti Liga 1. Nyatanya, sejauh ini Atep Rizal dkk baru melesakan enam gol dari enam laga. Artinya, bila dipukul rata, satu gol per laga.

Menanggapi situasi ini, bek sayap Supardi Nasir cukup memahami keinginan Bobotoh yang ingin melihat Persib bermain cantik dan menarik. Tapi, menurutnya klub harus berani melakukan perubahan demi meraih gelar juara.

“Kami harus belajar dari pengalaman. Tahun lalu kami sering bermain terbuka, tapi malah kalah. Kemarin main berbeda, hasil yang diraih juga beda,” ujar Supardi saat ditemui di Mes Persib.

Supardi menilai perlu perhitungan matang saat menerapkan strategi menyerang. Mulai faktor bermain di kandang, di markas lawan, lapangan hingga stamina para pemain perlu dianalisa. Tujuannya agar bisa meraih hasil positif.

Pemain berusia 34 tahun itu menegaskan kemenangan lebih dibutuhkan Persib karena Liga 1 2017 menggunakan sistem kompetisi penuh. Ini mengharuskan setiap perserta meraih angka sebanyak mungkin hingga akhir musim.

“Tidak mudah meraih angka. Di Padang misalnya, banyak hal yang harus diperhatikan. Mereka (Semen Padang) tim kuat. Lapangan juga buat kami sulit menguasai bola. Jadi pelatih lebih paham apa yang harus kami mainkan,” pungkas Supardi.