‘Klub-klub Inggris Tidak Belanja dengan Cerdas di Bursa Transfer’

 'Klub-klub Inggris Tidak Belanja dengan Cerdas di Bursa Transfer'

Berlin – Bekas penjaga gawang Arsenal, Jens Lehmann, mempertanyakan manuver klub-klub Inggris di bursa transfer. Menurut Lehmann, ketidakcerdasan klub-klub Premier League jadi tujuan empuk club diluar Inggris.

Klub-klub top Premier League memanglah terhitung banyak mengimpor pemain pada musim panas ini. Beberapa pemain pendatang baru itu datang dengan nilai transfer yang nilainya tak kecil.

Yang paling besar sudah pasti Kevin De Bruyne, yang dibeli Manchester City dari Wolfsburg seharga 55 juta poundsterling. Lantas ada Anthony Martial, bintang gampang AS Monaco yang geser ke Manchester United dengan cost 36 juta poundsterling. Nama yang lain umpamanya Nicolas Otamendi (dari Valencia ke City, 32 juta poundsterling), Memphis Depay (dari PSV Eindhoven ke MU, 25 juta poundsterling), serta Roberto Firmino (dari Hoffenheim ke Liverpool, 29 juta poundsterling).

Menurut Lehmann, klub-klub liga lain bakal sangatlah suka bertransaksi dengan klub-klub Premier League lantaran mereka dapat memperoleh duit dalam jumlah yang semakin besar dari pada nilai si pemain tersebut.

” Tim-tim Inggris membayar dengan harga yang terlampau tinggi untuk pemain, untuk keuntungan liga-liga yang lain, ” tutur Lehmann di Soccerway.

” Seseorang pemain baru bernilai 20 juta euro atau 40 juta euro? Liga-liga lain bakal sangatlah bersukur memperoleh uangnya. Mereka ketahui jumlah itu terlampau banyak.

” Itu seutuhnya omong kosong. Anda tidak dapat menyampaikan mereka (klub-klub Inggris) belanja pemain dengan cerdas. ”

Walau telah menghadirkan pemain-pemain baru dengan harga mahal, klub-klub Inggris tidak terlampau berhasil di pentas Eropa. Club Inggris paling akhir yang berhasil di Eropa yaitu Chelsea, yang jadi juara Liga Champions 2012 serta Liga Europa 2013.

” Bila Anda lihat empat tim Inggris yang tampak di Liga Champions musim lantas serta tidak satu juga yang meraih perempatfinal, itu sangatlah mengecewakan. Cepat atau lambat mereka bakal perlu suatu perombakan, ” kata Lehmann.