‘Hazard Sudah Memberi Contoh Bagus untuk Diego Costa’

'Hazard Sudah Memberi Contoh Bagus untuk Diego Costa'

London – Performa Eden Hazard untuk Chelsea saat melawan Tottenham Hotspur disebut sebagai sesuatu yang mesti ditiru Diego Costa–alih-alih kesal dan melempar rompi.

Opini itu dilontarkan Ruud Gullit, mantan pemain Chelsea yang juga pernah menangani klub London tersebut, terkait dengan tidak dimainkannya Costa ketika menyambangi Tottenham Hotspur di akhir pekan.

Menurut Gullit, cara itu dilakukan untuk memacu, melecut, dan menantang Costa kembali ke performa terbaiknya. Tindakan serupa sempat dilakukan manajer asal Porto itu pada Hazard, mengingat musim lalu keduanya adalah pemain andalan The Blues. Maka dari itu tindakan si penyerang Spanyol asal Brasil itu, yang terlihat melemparkan rompi ke arah Mourinho saat tidak jadi diturunkan lawan Spurs, sungguh bukan cara tepat untuk bereaksi.

“Tindakan Manajer Chelsea Jose Mourinho terhadap Diego Costa dan Eden Hazard pekan ini memperlihatkan betapa besar tekadnya untuk segera membuat kedua pemain itu kembali ke performa terbaik. Sebagai seorang manajer saya akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat para pemain yang sedang menurun performanya agar kembali tampil seperti biasa, tapi saya tak bisa yakin benar cara itu akan berhasil atau bagaimana mereka menerimanya,” ucap Gullit di BBC.

“Terkait Costa, dengan menepikannya di dalam hasil seri lawan Tottenham, Mourinho berusaha mendapatkan reaksi. Kita tak tahu apa reaksi itu pada akhirnya akan positif. Yang cuma kita lihat adalah bagaimana tindakan Costa pada saat itu, enggan pemanasan sebelum pertandingan dan kemudian melempar rompinya saat tak diturunkan sebagai pemain pengganti. Akan jadi masalah jika ia terus bersikap seperti itu, tapi ia masih tetap bisa merespons positif dalam jangka panjang dan itulah alasan Mourinho menepikannya.”

“Juga merupakan sebuah risiko Mourinho mengkritik Hazard secara publik sebelum kick-off, mengatakan ia tak yakin apa si pemain Belgia bisa efektif sebagai pemain nomor 10. Musim ini Mourinho sudah beberapa kali berusaha melakukan hal serupa, tapi tetap saja terasa aneh mendengarnya karena kita terbiasa dengan Mourinho melindungi para pemainnya. Untuk saat ini, saya pikir ia akan gembira dengan reaksi yang ia dapat dan apa yang diperlihatkan Hazard adalah contoh bagus untuk diikuti Costa kali lain ia bermain,” bebernya.

Dalam pertandingan melawan Spurs, di lini depan Mourinho memilih untuk menurunkan Hazard yang bukanlah seorang penyerang. Gullit menyebut situasi sudah memaksa Mourinho untuk melakukannya dan performa Hazard di laga itu pun tidak mengecewakan.

“Saya tidak melihatnya sebagai situasi permanen, karena Mourinho masih tetap mencari jawaban di depan. Ia tak punya banyak pilihan, Loic Remy dan Radamel Falcao adalah penyerang mapan lainnya Chelsea. Remy oke, tapi apa ia cukup bagus buat Chelsea? Saya tak yakin. Untuk Falcao, Mourinho mengira ia akan bisa mengembalikannya jadi pemain luar biasa sebelum cedera 2014, tapi sudah banyak yang mencoba dan gagal,” sebutnya.

“Keduanya sama-sama tak bisa main pada hari Minggu jadi Mourinho memainkan Hazard di luar posisi di lini depan. Hazard lebih memberi Chelsea pergerakan di lini depan ketimbang saat Costa tampil belakangan ini dan mereka membuat banyak peluang walaupun tidak punya penuntas serangan yang bisa memanfaatkan,” imbuh Gullit.

Dalam pertandingan lawan Spurs, Hazard membuat 71 sentuhan yang melampaui rekan-rekan setimnya. Ia juga melakukan 71 sprint, sebuah jumlah terbanyak di antara para pemain di atas lapangan. Menurut Gullit, Hazard justru sudah bekerja terlampau keras untuk seorang pemain, apalagi saat itu ia dijadikan pemain depan–kendatipun mungkin memang hal itu yang diinginkan oleh Mourinho. Gullit menyebut Hazard akan lebih maksimal jika tidak dibebani tuntutan seperti itu sehingga dapat fokus untuk meneror pertahanan lawan.

“Situasi Hazard sedikit berbeda. Ketika saya melihat Costa bermain untuk Chelsea musim ini ia tidak cukup berkontribusi, tapi ketika saya melihat Hazard saya pikir justru bekerja terlalu keras. Saya ingat ketika masih jadi manajer Chelsea dan ada Mark Hughes di tim. Ia target man luar biasa yang bersedia kerja keras tapi saya minta ia bekerja lebih sedikit karena ia mulai menua. Alih-alih mengikuti bola ke tengah atau ke sayap, saya minta ia beroperasi tetap di area kotak lawan,” tutur Gullit.

“Semakin sedikit ia berlari, akan lebih banyak energi yang dapat ia simpan buat momen-momen tepat saat kami menguasai bola. Saya saat itu menginginkannya berkonsentrasi pada keunggulannya dan seperti itu pula dengan Hazard. Lawan Spurs, Hazard sudah merespons keinginan pelatih untuk mengikuti bola ke penjuru lapangan, walaupun ia harusnya ada di depan. Mourinho pasti senang dengan kinerja defensifnya, tapi saya pikir itu mengurangi apa yang dapat ia berikan di lini serang.”

“Hazard baru-baru ini punya problem serupa ketika main di sayap kiri, saat ia sangat efektif membantu Chelsea menjuarai titel musim lalu. Ia melakukan pekerjaan bagus mengejar lawan untuk segera mengambil bola lagi tapi momen yang ingin saya lihat adalah ketika ia terbebas. Saya ingin ia fokus pada sisi penyerangan karena ia bisa membuat perbedaan besar dengan gol dan assist-nya, kita sudah melihat hal itu pada paruh kedua musim lalu saat ia lepas dari belenggu di sejumlah kesempatan, dan mereka butuh dirinya untuk melakukan hal serupa pada saat ini,” paparnya.