Carragher Masih Belum Yakin Leicester Bisa Juara

Carragher Masih Belum Yakin Leicester Bisa Juara

London – Tampil impresif dan kukuh di puncak klasemen Premier League setelah 16 pekan, performa Leicester City disebut belum cukup meyakinkan untuk jadi juara.

Leicester tampil mengesankan sepanjang musim ini di Premier League. 16 pekan berlalu, mereka memimpin klasemen dengan nilai 35 dan unggul dua poin dari Arsenal yang jadi rival terdekat.

Anak asuh Claudio Ranieri tampil tangguh dengan mencatatkan 10 kemenangan dan baru satu kali kalah sejauh ini. Jumlah kekalahan itu paling sedikit dibandingkan tim-tim lain di liga.

Kemenangan 2-1 atas juara bertahan Chelsea di King Power Stadium, Selasa (15/12/2015) dinihari WIB tadi, niscaya menyuntikkan kepercayaan diri lebih besar untuk skuat The Foxes. Jika sebelumnya mereka cuma menargetkan bertahan di Premier League, kini sasaran lebih tinggi seperti finis empat besar bisa diincar.

Bahkan pembicaraan soal potensi juara Leicester mulai mengemuka. Tapi soal ini, eks bek Liverpool dan tim nasional Inggris Jamie Carragher masih belum terlalu yakin. Pria yang kini menjadi analis sepakbola itu percaya Leicester masih perlu melalui tantangan lain, seperti kebugaran pemain-pemain pilar dan membuktikan lebih jauh konsistensi mereka untuk juara.

“Saya masih belum bisa melihat mereka memenangi Premier League. Bakal perlu lima atau enam laga dari akhir musim dan mereka masih memuncaki klasemen, untuk bisa melihat mereka juara,” kata Carragher dikutip Sky Sports.

“Anda masih tidak memperkirakan seiring bulan berjalan bahwa mereka bisa mempertahankan laju ini, dan bahwa (Riyad) Mahrez, (Jamie) Vardy, dan (Ngolo) Kante tetap fit. Mereka mungkin tiga pemain terbaik di Premier League,” tambahnya.

Selain itu, bursa transfer Januari diyakini Carragher akan jadi momen penuh kecanggungan untuk Leicester. Sebab mereka berpotensi dihadapkan pada pilihan dilematis. Mereka bisa mendatangkan pemain baru, tapi berpotensi membuat skuat dan cara bermain goyah, atau bertahan dengan skuat yang ada tapi dengan risiko kelelahan dan cedera.

“Bursa transfer Januari adalah momen yang sulit. Apakah mereka berpikir ‘Kami punya hak untuk belanja di bursa transfer ini demi menjamin empat besar atau bahkan mengejar titel?'” sambungnya.

“Tapi mungkinkah mendatangkan pemain baru merusak rencana yang sudah disusun? Tim ini tampak seperti tim yang sudah mapan dan mereka semua tahu apa yang sedang mereka lakukan. Jadi bulan itu bisa jadi momen yang canggung untuk mereka,” demikian Carragher.