Buffon Sebut Kritik Jadi Penyemangat untuk Tampil Lebih Baik

Buffon Sebut Kritik Jadi Penyemangat untuk Tampil Lebih Baik

Udine – Kiper Juventus dan tim nasional Italia, Gianluigi Buffon, menyebutkan bahwa dirinya mempunyai amunisi agar terus tampil apik. Suatu kritik dia jadikan sebagai penyemangat tampil lebih baik.

Di usianya yang sudah menginjak 38 tahun, Buffon menunjukkan penampilan di level teratas. Dia baru saja mencatatkan rekor clean sheet terlama di sepanjang sejarah Liga Italia.

Buffon mampu 930 menit tanpa kebobolan. Gol pemain Torino, Andrea Belotti, lewat titik putih yang mengakhiri catatan apik Buffon itu.

Buffon lantas mengatakan bahwa penampilannya tak melulu di level permainan teratas. Dia menyebut ada fase naik turun. Sebagai contoh, dia terseok-seok bersama Juve di awal musim. Tapi, eks kiper Parma itu bisa bangkit hingga bisa memuncaki klasemen sementara dengan raihan 70 poin hasil dari 30 kali bermain.

Atas penampilan apik itu, Buffon bilang bahwa Juve sudah berhasil merubah apa yang dipikirkan oleh semua pihak yang memberikan krtitk.

“Dalam sudut pandang saya, kata ‘respek’ itu penting dan mempunyai banyak pemaknaan. Di sini kita hanya membicarakan mengenai sepakbola dan kami disukai atau tidak oleh seorang fans, pelatih, rekan setim, atau jurnalis,” kata Buffon di Football Italia.

“Saya berharap ada respek untuk saya di Italia. Seperti yang saya yakini ada bagi Iker di Spanyol. Tentu saja ada momen naik-turun , tapi jika seorang profesional selalu memberikan penampilan yang sangat tinggi sudah terpeleset, lalu orang-orang segera menyebutnya krisis.”

“Saya tak menyebutnya sebagai kurang respek. Saya melihatnya sebagai motivasi, yang di usia kami menjadi hal yang harus dijaga agar membuat kami tetap hidup dan bersemangat. Fakta bahwa ada orang yang meragukan kami dan kami harus mengubah pikiran mereka. Itulah kegembraan dari olahraga,” imbuhnya.