Benitez Lebih Konsen ke Mental Pemain, bukan Masa Depannya

Benitez Lebih Konsen ke Mental Pemain, bukan Masa Depannya

Madrid – Kekalahan telak dari Barcelona sudah membuat masa depan Rafael Benitez mulai dispekulasikan. Meski demikian, hal itu tak jadi konsen untuknya melainkan pada cara membangkitkan mental para pemainnya.

Tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Santiago Bernabeu, Minggu (22/11/2015) dinihari WIB, Madrid tunduk 0-4 ketika menjamu Barca yang merupakan seteru abadinya.

Dua gol Luis Suarez disusul satu gol dari Neymar dan Andres Iniesta membuat Madrid harus menanggung malu. Permainan buruk mereka sepanjang 90 menit lantas mendapat kecaman keras dari pendukungnya, yang bahkan sempat mengibarkan bendera putih sebagai pertanda menyerah dengan kondisi klub saat ini.

Kekalahan kedua beruntun, usai dua pekan lalu dari Sevilla, membuat Madrid tertinggal enam poin dari Barca. Meski musim masih menyisakan 25 pekan lagi, kekalahan ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi mental pemain.

Terlebih masa depan Benitez ikut-ikutan dispekulasikan menyusul ketidakpuasan manajemen klub atas pemilihan taktiknya di laga melawan Barca, yang dinilai melakukan blunder dengan tidak menempatkan gelandang bertahan. Selain itu, Benitez kabarnya tidak disukai oleh beberapa pemain bintang khususnya Cristiano Ronaldo.

Laga melawan Barca ini kabarnya jadi ultimatum terakhir untuk posisinya sebagai pelatih Los Blancos. Posisinya sendiri bakal diisi oleh Zinedine Zidane atau Victor Fernandez yang merupakan Direktur Olahraga klub.

Meski demikian, Benitez tak begitu mengkhawatirkan soal masa depannnya. Karena fokusnya saat ini adalah untuk mengembalikan mental para pemainnya.

“Logikanya kami merasa terpukul dengan kekalahan ini. Menyakitkan rasanya jika kalah dan terlebih harus didapat dengan penampilan seperti itu,” ujar Benitez di Sky Sports.

“Kami hanya kehilangan tiga poin dan tidak lebih dari itu. Yang bikin saya khawatir adalah bagaimana cara tim membangkitkan mental mereka sebelum laga berikutnya,” sambungnya.