Bendtner atau Ibra, Siapa Lebih Tajam?

Bendtner atau Ibra, Siapa Lebih Tajam?

Kopenhagen – Dua-duanya sama-sama pemain bengal, sama-sama pula kerap mengeluarkan ucapan sensasional; Zlatan Ibrahimovic dan Nicklas Bendtner bisa menjadi andalan lini depan tim masing-masing.

Ibra dan Bendtner akan menjadi tumpuan lini depan Swedia dan Denmark, kala kedua kesebelasan memperebutkan satu tiket di babak play-off untuk bermain di Piala Eropa tahun depan. Pada pertemuan pertama beberapa hari lalu di Solna, Swedia, Ibra dan rekan-rekannya menundukkan Denmark 2-1.

Ibra hanya bermain sampai menit ke-82, sebelum akhirnya digantikan oleh John Guidetti. Sementara itu, Bendtner tampil penuh. Namun, Ibra sukses menciptakan satu gol via tendangan penalti pada menit ke-50, sedangkan Bendtner tidak menyumbang gol sama sekali.

Puasa gol Bendtner di laga internasional berlanjut. Setelah mencetak hat-trick ke gawang Amerika Serikat bulan Maret lalu, ‘Lord’ Bendtner belum lagi mencetak gol lagi untuk Denmark.

Performa Bendtner pun disorot usai pertandingan melawan Swedia beberapa hari lalu. Eurosport mencatat, ia punya dua peluang bagus sepanjang pertandingan, namun gagal memanfaatkannya. Berita bagusnya buat Denmark, mereka mendapatkan satu gol tandang. Artinya, kemenangan 1-0 di Kopenhagen, Rabu (18/11) dinihari WIB, sudah cukup untuk mengantarkan mereka lolos.

“Untunglah kami mendapatkan gol itu. Nyaris sepanjang pertandingan, kami menghadapi Swedia sesuai kemauan mereka, mengandalkan bola-bola panjang dan kekuatan, dan mereka amat bagus dalam dua hal itu,” ujar Bendtner di Eurosport.

“Dengan peluang-peluang yang mereka ciptakan, mereka bisa menciptakan lebih banyak gol dan ceritanya bisa lebih buruk buat kami. Untungnya, mereka tidak mencetak lebih banyak gol, dan sekarang kami punya kans bagus buat lolos,” lanjut penyerang milik VfL Wolfsburg.

Bendtner bukanlah andalan utama di Wolfsburg. Dari 10 penampilannya di Bundesliga musim ini, 7 di antaranya adalah sebagai pemain pengganti. Namun, berbeda halnya di timnas Denmark.

Kendati puasa gol sejak Maret dan baru menciptakan 10 gol untuk Denmark sejak tahun 2010, rasio menit per gol Bendtner terbilang lumayan, yakni 105,4. Bandingkan dengan Ibra yang punya rasio menit per gol 80,9 sejak 2010, di mana ia sukses mencetak 24 gol untuk Swedia.

Namun, Bendtner melakukannya dengan sentuhan terhadap bola yang lebih sedikit, 856, dibandingkan Ibra, 1.763.

Kendati performa keduanya belakangan berseberangan, menarik untuk ditunggu siapa yang bisa memberikan dampak lebih. Ibra, yang pernah menyebut dirinya bos di klubnya, Paris-Saint Germain, atau Bendtner, yang pernah sesumbar menyebut dirinya salah satu penyerang terbaik di dunia.